About

free counters

Rabu, 04 Januari 2012

CONTOH PIDATO TENTANG ILMU PENGETAHUAN

Assalamu’alaikum wr.wb;
Pembaca yang di rahmati Allah swt,
Sebelum mengawali pembicaraan ini, marilah kita bersama-sama menyanjungkan puja dan puji syukur kita kepada Allah swt, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita sehingga kita masih di beri kesempatan untuk hidup di dunia ini, kita masih di berikan kenikmatan yang begitu besar yang Allah berikan kepada kita sehingga kita masih bisa merasakan kenikmatan jasmani dan rohani, subhanallah… nikmat yang Allah berikan kepada kita jelas tiada terhitungkan…

Solawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Agung Habibanna Muhammad SAW, karena beliaulah penyelamat umat, karena beliaulah suri tauladan dalam kehidupan ini. Dan semoga mkita menjadi umatnya yang senantiasa setia kepada ajran dan sunahnya. Amiiin….
Pembaca yang budiman…..

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Menuntut Ilmu dan Keutamaannya”.
Ilmu mempunyai peranan penting dalam perjalanan kehidupan ini, karena dengan ilmu yang dimilikinya, seseorang akan mampu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Dengan ilmu seseorang akan lebih mantap lagi dalam beribadah kepada Allah swt. Karena tahu dasarnya dan tujuan yang sebenarnya. Namun sebaliknya, apabila seseorang yang buta akan ilmu pengetahuan agama, maka segala sesutau yang di kerjakannya sia-sia karena tidak tahu dasar dan tujuannya. Agar hal semacam ini tidak sampai pada diri orang Islam, maka perlu kita ketahui bahwa orang Islam mempunyai kewajiban yaitu untuk menuntut ilmu.
Berkaitan dengan hal tersebut, rasulullah saw, bersabda: “Menuntut ilmu wajib bagi orang Islam laki-laki dan perempuan”.
Pembaca yang di rahmati Allah swt,
Orang yang ingin mendambakan kebahagian di dunia, maka harus mempunyai ilmu, begitu juga orang yang mendambakan kebahagiaan di akherat, maka harus mempunyai ilmu pula. Di mana pun kita berada kita harus mecari sekalipun di negeri Cina. Berkaitan dengan hal tersebut, Rasulullah saw bersabda: “Tuntulah ilmu sekalipun di negeri Cina”.
Banyak sekali jalan untuk mencari ilmu, ada yang mencari ilmu dengan cara melalui mendengarkan ceramah-ceramah agama, ada yang mencari ilmu dengan cara membaca buku-buku, ada yang mencari ilmu melalui lewat sekolahan, dan masih banyak lagi orang yang di jadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan.
Pembaca yang di rahmati Allah swt,
Perlu kita ketahui dan di ingat, bahwasannya mencari ilmu yang paling dominan adalah ketika masa kanak-kanak. Karena pada masa itu, daya tangkapnya masih sangat kuat, sehingga ilmu yang diperolehnya pun akan terus di ingat sampai akhir hayatnya. Menunut ilmu pada masa kanak-kanak itu bagaikan mengukir di atas batu, sebagaimana telah kita ketahui bahwa mengukir di atas batu sangatlah susah, namun setelah nampak terukir, selama bertahun-tahun, puluhan tahun tetap masih nampak ukirannya dan tidak akan terhapus. Namun sebaliknya menuntut ilmu di waktu dewasa, bagaikan mengukir di atas air. Kita ketahui betapa sangat mudahnya mengukir di atas air tapi akan terhapus, belajar di waktu dewasa sangatlah mudah untuk menghapal dan mudah melupakannya.
Pembaca yang di rahmati Allah swt,
Setelah kita mecari ilmu dengan sungguh-sungguh, maka janganlah lupa untuk mengamalkan ilmu kita kepada yang belum tahu, perlu di ingat jangan salah mendeskripsikan kata “mengamalkan ilmu”, sebagai contoh ketika kita siswa sedang ulangan, kemudian teman kita meminta sebuah jawaban karena tidak tahu, lalu kita memberikan sebuah jawaban tersebut. Nah, ini yang di maksud salah mendeskripsikan kata “mengamalkan ilmu”, saya kira anda pun sudah mengerti yang saya maksud. Janganlah salah untuk mengamalkan ilmu. Apabila ilmu kita tidak di amalkan kepada yang belum tahu, maka ancaman Allah yang akan di terima. Agar kita tidak termasuk orang yag di ancam Allah, maka kita harus mengamalkan ilmu kita.
Pembaca yang budiman…..
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, amiin…Imemang tidak pernah terlepas dari kesalahan, apabila dalam penyampaian pidato ini banyak sekali salahnya, maka saya pun menyadari bahwa yang benar itu hanya datangnya dari Allah, dan kesalahan itu datangnya dari insane. Kurang lebihnya mohon ma’af.
Bilahitaufik wal hidayah, waridha wal inayah wassalamu’alaikum wr.wb.

0 komentar:

Poskan Komentar